Saya Tidak Mau Sukses


3 IdiotsSudah pernah menonton film ‘3 Idiots’ yang dibintangi oleh Aamir Khan? Di film tersebut, banyak hal yang bisa dipelajari khususnya mengenai kesuksesan. Saya langsung teringat betapa mudahnya orang berkata sukses, misalnya “Wah… kamu sekarang sudah bekerja. Semoga sukses ya!”, “Saya berniat untuk menjadi orang sukses!”, atau “Kalau kamu tidak bisa bekerja maka kamu tidak akan menjadi orang sukses!”.

Saya sendiri—walaupun sering mengucapkan—tidak terlalu mengerti arti dan definisi dari keenam huruf tersebut. Saya masih tidak tahu tolok ukur seseorang dikatakan sukses. Memiliki duit banyak kah? Memiliki jabatan tinggi kah? Memiliki pengetahuan luas kah? Atau sekedar memiliki keluarga bahagia? Hmmm… sepertinya tolok ukurnya terlalu abstrak dan berbeda-beda untuk masing-masing orang. Lalu masih tepat kah kalau kesuksesan dijadikan alat ukur keberhasilan tingkat hidup seseorang?

Aamir Khan—dalam film tersebut—mengatakan bahwa “Jangan mencari kesuksesan. Jadilah orang besar, maka kesuksesan akan mendatangimu.”. Hmmm, ini makin menjadi teka-teki bagi saya. ‘Sukses’ saja merupakan ambigu bagi saya, apalagi ‘orang besar’. Besar apanya? Badannya? Ilmunya? Gajinya? Ah, gara-gara hal ini saya menjadi kehausan dan mulai mencari oasis di tengah-tengah padang pasir. Mudah-mudahan, setelah saya menemukan oasis, saya langsung meminum air dari sana dan berpuas diri dengan tidak mencari oasis yang lain.

Setelah menonton cukup lama, saya mempelajari bahwa dalam menjalani hidup jangan hanya ‘ngotot’ untuk menggapai tujuan tanpa memperhatikan proses sepanjang perjalanan hidup kita. Moral film tersebut mengatakan bahwa sepanjang kita melakukan proses yang baik dan benar, maka secara otomatis tujuan tersebutlah yang akan menghampiri kita.

Kalau diperhatikan, pola pikir kita sedari kecil sudah dibentuk oleh orang tua dan lingkungan sekitar untuk hanya dan hanya memperhatikan tujuan. Mereka hampir tidak pernah menanyakan atau memberi tahu bagaimana caranya agar tujuan itu tercapai. Hampir semua cita-cita anak kecil di Indonesia selalu berorientasi kepada tujuan. Jadi dokter lah, jadi tentara lah, jadi polisi lah, dan lain-lain. Saya belum pernah mendengar cita-cita seorang anak yang berbunyi, “saya bercita-cita akan membantu orang tua saya sepanjang hidup mereka.” Kata-kata tersebut hanyalah muncul di film.

Sayangnya hal itu juga berlanjut di bangku pendidikan. Seorang pelajar dinilai sukses jika semua nilai-nilanya bagus atau minimal nilai Matematika dan Bahasa Inggrisnya adalah 8. Hey, siapa sih yang awalnya membuat aturan bahwa pelajar pintar itu adalah yang pintar Matematika dan Bahasa Inggris? Semua pelajar dan pengajar berpatokan pada nilai, yang nota bene mengharuskan mereka menghapal isi semua buku. Kita tidak diharuskan memahami isi suatu buku. Kita hanya diharuskan bisa menjawab seluruh soal ujian dengan benar sesuai dengan yang tercantum dalam buku. Aamir Khan mengatakan dalam film, “Seekor singa juga bisa dilatih akrobat di bawah ancaman sebuah cambuk. Tapi itu hanya menjadikan dia ‘terlatih’ dan bukannya ‘terdidik’.” Jadi manusia yang mampu melakukan sesuatu dengan baik tanpa memahami maknanya bisa disebut sebagai ‘manusia terlatih’ dan bukannya ‘manusia terdidik’.

Memang sih, seseorang itu dinilai berdasarkan tujuan yang berhasil dicapainya. Jika proses pencapaiannya dilakukan dengan cara yang baik dan benar, maka kita akan cenderung tutup mata terhadapnya. Akan tetapi, yakinlah bahwa tujuan yang dicapai tanpa proses yang baik dan benar tidak akan bertahan lama. Alam pun mengatakan hal yang sama: pohon yang hanya tinggi dan lebat tanpa disokong oleh akar dan batang yang kokoh, akan mudah tumbang oleh tiupan angin.

Hal ini tidak terjadi hanya pada generasi terkini yang dicap generasi instan, tetapi juga pada beberapa generasi sebelumnya, dan mungkin saja masih akan terjadi pada beberapa generasi terdepan. Jadi, mari kita perbaiki proses dalam hidup kita.

LIFE IS A JOURNEY, NOT A DESTINATION.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s