Let’s Judge A Book By Its Cover


Book”…Individu yang menggunakan dan berkecimpung di dunia teknologi informasi khususnya orang-orang dari departemen IT biasanya selalu dikaitkan dengan logika. Tidak salah memang, karena dunia IT khususnya pemrograman hampir sebagian besar berhubungan dengan logika dan algoritma. Namun, sebagian besar praktisi IT terkadang melupakan sisi seni dan keindahan dari IT itu sendiri.

’Cinta pada pandangan pertama’ adalah perasaan yang kadang dialami oleh pengguna-pengguna produk IT baik itu yang dihasilkan oleh kita sendiri maupun oleh pihak di luar perusahaan. Dengan mengesampingkan tercapainya target suatu produk IT bagi pengguna, maka tampilan yang menarik dan indah dilihat, cara penggunaan yang mudah, dan hasil keluaran yang nyaman dibaca adalah beberapa faktor yang pertama kali digunakan oleh pengguna dalam menilai produk IT. Apakah seharusnya mereka menilai suatu produk IT dari rumitnya algoritma yang kita buat atau kompleksnya database yang kita rancang?…”

Paragraf di atas adalah sekelumit pendahuluan yang penulis buat dalam proposal pelaksanaan suatu event IT dengan tema ‘IT as an ART’. Sebenarnya, paragraf di atas tidak hanya berlaku khusus untuk karyawan/ti departemen IT saja melainkan juga hampir di sebagian besar karyawan/ti yang ada di perusahaan. Seberapa seringkah kita mempersembahkan keindahan dan estetika ketika membuat laporan untuk atasan? Tidak pernah? Tidak ada waktu? Bagaimana kalau sekedar memikirkan? Tidak pernah juga?

Kenapa juga kita harus memikirkan sisi seni, keindahan, dan estetika dari produk yang kita hasilkan? Toh, kita yang bekerja di perusahaan bukanlah seniman atau artis yang mementingkan ‘tampilan luar’. Kita selalu berpendapat hasil akhir dan tercapainya target adalah satu-satunya hal yang harus kita kejar. Namun, alangkah baiknya seandainya hal tersebut kita bungkus dengan kemasan yang indah dan menarik. Kita bisa analogikan dengan saat kita berbelanja dimana seandainya kita harus memilih 3 buah benda berikut, manakah yang akan kita pilih? Benda yang berguna tapi tidak indah? Benda yang tidak berguna tapi indah? Atau benda yang berguna dan indah?

Kita sering mendengar jargon “Don’t Judge A Book By Its Cover”, namun apakah kita benar-benar bisa bersikap seperti jargon tersebut? Sebagai contoh, ketika kita hendak membeli buku, jika sampul dan judulnya menarik dilihat, maka biasanya buku tersebut akan kita ambil untuk dibaca resensi yang terletak di sampul belakang. Jika resensinya menarik, maka buku tersebut biasanya akan kita beli tanpa perlu membaca keseluruhan isi buku tersebut. Sama halnya dengan saat kita menilai seseorang yang baru kita kenal. Bisa dipastikan, hampir sebagian besar dari kita akan menilai orang tersebut dari ‘tampilan luar’-nya. Saya teringat anekdot berikut yang mungkin cocok untuk menggambarkan pentingnya seni, keindahan, dan estetika dalam produk kerja yang kita hasilkan.

Seorang penulis muda baru saja menulis dan menerbitkan sebuah buku. Dia kemudian mengirimkan satu buah copy kepada seorang penulis kawakan untuk dibuatkan ulasan dengan tujuan promosi buku tersebut. Beberapa hari kemudian, buku tersebut sudah kembali ke penulis muda dilengkapi dengan catatan dari si penulis kawakan, “Buku anda sampah dan tidak layak untuk dibaca.”

Dengan perasaan marah, penulis muda tersebut mengirim surat balasan ke penulis kawakan, “Anda berlaku tidak adil. Saya melipat halaman pertama dan terakhir di buku saya, dan lipatan itu sama sekali tidak berubah posisinya. Bagaimana anda bisa menilai buku saya sampah padahal anda tidak membaca selembar pun?”

Besoknya, penulis muda kembali mendapatkan surat balasan dari sang penulis kawakan, “Saya tidak perlu memakan keseluruhan telur jika pada gigitan pertama saya tahu bahwa telur itu busuk, bukan?”

Jadi, mari kita luangkan sedikit waktu untuk memberikan sedikit seni, keindahan, dan estetika dalam produk kerja yang kita hasilkan agar produk kita semakin bernilai di mata pengguna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s